Tampilkan postingan dengan label Yakinlah Bahwa Badai Pasti Berlalu !. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yakinlah Bahwa Badai Pasti Berlalu !. Tampilkan semua postingan

Membahas tentang cemburu, sama seperti membahas tentang cinta. Rumusnya sebenarnya simpel, jika cinta karena Allah cemburunya pun karena Allah. Tapi jika cinta karena hawa nafsu, maka cemburunya pun karena hawa nafsu. Cinta karena Allah adalah cinta sebab ada pada seseorang sifat dan perilaku yang dicintai Allah. Dan yang pasti Allah hanya mencintai sifat dan perilaku yang menaati secara mutlak seluruh perintahNya dan menjauhi laranganNya. Pun, saat ujian  menyapa.

Apa sebenarnya cemburu itu? Banyak yang pernah merasakan tapi masih susah saat mendefinisikan. Pengertian paling sederhana adalah rasa tidak  suka karena sikap dan perbuatan pasangan dengan orang lain. Ketika suami berjalan, berboncengan berduaan dengan wanita ajnabi, seorang istri sholihah pasti cemburu. Istri sholihah pun akan cemburu ketika didapati suaminya tengah asyik bersms, berbbm, berfesbuk ria dengan wanita asing. Ini cemburu yang benar, cemburu karena Allah pun cemburu dengan perilaku seorang suami seperti itu. Mungkin bagi sebagian orang biasa, bukan masalah, tapi tidak bagi wanita shalihah. Islam telah mengatur sedemikian rupa bagaimana interaksi antar lawan jenis, sekalipun di dunia maya. Islam melarang berdua-duaan karena yang ketiganya adalah setan. Islam pun mengajarkan interaksi pria wanita hanya dalam tiga hal, pengobatan, pendidikan dan jual beli. Itupun masih lebih afdol dilakukan sesama jenis, kecuali sikon tak memungkinkan.

Bagaimana cemburunya orang yang berpacaran? Tak perlu dibahas, karena hubungan mereka pun terlarang di mata Allah. Jadi pasti cemburunya pun cemburu yang tidak pada tempatnya.

Cemburu, sebuah rasa yang Allah hadirkan sebagai suatu bentuk ujian pada manusia. Sama seperti cinta, sakit, dan luka. Dan yang namanya perasaan pasti berada di bawah kendali manusia. Memilih untuk diikuti, berarti cemburu yang menguasai kita, atau memilih untuk dikelola yang berarti cemburu berada di bawah kekuasaan kita.

Sejatinya ada dua jenis cemburu, yaitu cemburu yang Allah sukai dan yang tidak Allah sukai. Rasulullah bersabda: “Rasa cemburu ada yang disukai Allah dan ada pula yang tidak disukai-Nya. Kecemburuan yang disukai Allah adalah yang disertai alasan yang benar. Sedangkan yang dibenci ialah yang tidak disertai alasan yang benar (cemburu buta).” (HR. Abu Daud).

Alasan yang benar disini misalnya adalah karena pasangan melakukan pelanggaran syariat sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist berikut:

Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang.” Nabi saw bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari Muslim).

Bisa juga karena pasangan tidak memperhatikan hak-hak suami atau istrinya. Seperti yang melanda banyak orang di era serba digital seperti sekarang ini, yang memunculkan istilah, ” yang jauh semakin dekat, yang dekat menjadi jauh.” Misal, istri yang lebih mengutamakan melayani sms, bbm pria lain daripada memanfaatkan waktu memperhatikan suaminya. Atau suami yang lebih suka memilih membangunkan wanita lain untuk tahajud dan sahur daripada memperhatikan istrinya. Atau suami lebih memilih mengirim sms nasihat agama pada wanita yang bukan istrinya. Sekalipun ada hak suami untuk taaruf lagi, bukan berarti hak istri boleh diabaikan. Apalagi bila interaksi antar lawan jenis sudah bukan dalam koridor taaruf dan di luar tiga hal yang dibolehkan syara, seperti saling menanyakan kabar, minta didoakan, minta dibawakan oleh-oleh dan semisalnya.

“Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburuNya Allah jika seorang Mu’min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya” (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).

Jadi cemburu sesungguhnya adalah perasaan yang dianugerahkan Allah. Wajar bahkan wajib dimiliki untuk alasan yang dibenarkan. Ini berarti cemburu harus dimanage sedemikian rupa agar proporsional dan tidak mengotori hati, apalagi mengarah pada pelanggaran syariat. Pada perilaku dosa dan mendatangkan murka Allah. Betapa berbahayanya bila cemburu buta terjadi. Tak lagi si pencemburu buta takut pada Allah. Tak peduli lagi ia pada dosa. Tak malu ia melakukan tindakan apa saja, sekalipun menyebarkan aibnya sendiri. Hawa nafsu yang terus diperturutkan dapat melupakan banyak hal, termasuk kehormatan diri dan keluarganya....
Read More >>

Kelimpahan hidup adalah milik kita, disini, sekarang dengan penuh ikhlas. Manfaatkan hal itu dengan penuh makna.

Ada hubungan yang sangat nyata antara apa yang kita miliki dan apa yang benar-benar kita inginkan. Tempatkan energi kita dan berupaya untuk bekerja dengan cara melakukan koneksi positif.

Kelimpahan hidup menakjubkan adalah milik kita, namun tidak berarti kita hanya bisa duduk santai dan mengambil semua yang masuk. Artinya kita memiliki kewajiban untuk melangkah maju dan berinvestasi dalam menciptakan keindahan baru untuk melakukan kelimpahan hidup.

Pertimbangkanlah sejenak bagaimana sangat beruntungnya kita. Kemudian mendapatkan kesibukan guna mencari nasib baik dengan positif, dan tindakan tujuan.

Kelimpahan yang besar dalam kehidupan dapat berubah menjadi indah, berguna, elegan dan bermakna penuh nilai. Dan kita memiliki hak istimewa besar dapat menjadi layak untuk menyebabkan transformasi agar dapat lakukan.

Lihatlah kelimpahan hidup yang besar dan rasakan kemungkinan yang terjadi. Sekarang dan saat ini, ketika kita dapat membuat mereka menjadi nyata.
Read More >>
Jika masalah datang pada anda, apa yang anda akan lakukan? Walau apapun jawapannya, yang pasti lain individu lain tindakan dan reaksinya terhadap masalah yang mendatang. Sebagai manusia biasa, kita tidak akan sunyi daripada menerima ujian masalah. Kadang-kadang masalah itu datang dalam bentuk yang kecil dan ada waktunya ia datang dengan beban yang besar. Masalah besar ini pula selalu buat kita terduduk dan putus harapan. Bagi mereka yang lemah semangat, masalah besar inilah yang selalu membuatkan diri jadi putus asa dan hilang kepercayaan diri. Sebenarnya masalah itu adalah satu kemestian untuk setiap mereka yang bergelar manusia. Ini kerana tanpa masalah seseorang itu tidak akan belajar apa-apa dalam hidup ini. Kerana masalah itulah yang membuatkan seseorang itu menjadi matang dan teguh dalam menjalani kehidupan ini. Kata orang masalah itu selalu membuatkan seseorang itu pening kepala. Tapi sebenarnya pening itu adalah tanda adanya peninggkatan dalam diri. Memang bukan mudah berdepan dengan masalah dan cabaran hidup ini tetapi bukan juga susah untuk mencari jalan keluar dari apa-apa pun masalah yang datang. Pendek kata tidak ada masalah di dunia ini yang tiada jalan penyelesaiannya. Oleh itu, apabila masalah itu datang jangan lari tetapi hadapilah masalah itu dengan penuh keberanian dan kebijaksanaan.
Read More >>

Ketika pagi hari yang cerah. awan terlihat indah, ditengah menghirup udara segar. Tiba-tiba terdengar suara petir menyambar. tanpa kita duga dan kita bayangkan membuat kita terhenyak. Begitulah musibah, cobaan dan ujian hadir tanpa mengetuk terlebih dulu. Kehadirannya tanpa kita duga. Membuat hati hancur dan perih bagai teriris sembilu. Dalam kesendirian ditemani dengan kesedihan. Kesedihan adalah teman yang tidak pernah kita harapkan. Kemanapun kita pergi, dia selalu mengikuti kita. Menunggu dengan setia, menoreh luka. Dada terasa perih seperti teriris-iris. Pikiran tidak mampu lagi jernih. Apapun yang dirasakan, dilihat, didengar semuanya menusuk hati. Bila kita ditimpa kepedihan seolah dihadapan kita terhalang oleh batu yang besar. Kemanapun kita melihat yang nampak hanyalah batu tu. Tidak dapat dapat melangkah ke depan karena terhalang.  Walau kita berusaha untuk menyingkirkan, batu itu tetap tegak dan kokoh. Kita kemudian menyerah sehingga kita tidak dapat untuk bergerak melangkah, tidak dapat menatap ke depan, tidak lagi bisa berpikir jernih dan kemudian putus asa.
Bila anda merasakan semikian maka anda memerlukan pertolongan. Hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, Kepedihan tidak akan hilang dengan sendirinya. Kesedihan tidak akan hilang ditelan waktu jika anda menyimpan di dalam hati. Sikap anda tidak banyak membantu bila menyalahkan orang lain, berprasangka buruk, marah dan dendam. Kita diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, kesan hebat, kuat, sanggup menyelesaikan segala masalah namun begitu tertimpa musibah dan cobaan kita baru tersadar bahwa kita lemah. Hati tergetar hebat, rapuh dalam kesedihan yang bisa menyebabkan menuju lembah kebinasaan. Menangislah! Bila memang diperlukan untuk menangis. menangislah dihadapan Allah, keluarkan segala keluh kesah. Jangan ditahan dan disimpan dalam hati. Keluarkan semuanya bersama dengan atmosphere mata anda yang mengalir. Jika anda telah selesai menangis, menghapus atmosphere mata yang menetes dipipi. Ditengah sajadah membentang. Anda akan merasakan nikmatnya kesendirian dan ketenangan hati tiada tara. Semua masalah dan beban anda telah mengalir keluar bersamaan dengan atmosphere mata sehingga yang ada hanyalah diri anda dan kasih sayang Allah.’Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah yang pale tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran : 139).

Sahabatku, aminkan doa ini agar kita diberi kekuatan keikhlasan menerima ketetapan Allah. “Ya Allah, Engkaulah Sumber Kebahagiaan kami. Tolonglah kami, kuatkan kami dg cintaMu, menjadi sadar akan cinta kami, kehilangan kami, kedukaan kami, mengatasi perasaan marah, kecewa, luka perih dihati, agar kami rela menerima ketetapanMu yg membentuk pribadi kami menjadi lebih kuat sabar dlm menjalani kehidupan ini.”
Read More >>
Pancaran kebahagiaan diwajah kita adalah cermin dari hati yang bahagia ketika hidup penuh syukur mendapatkan nikmat dan bersabar dikala mendapatkan ujian. Begitulah yang dirasakan seorang Ibu dengan tiga putrinya. Di dalam hidupnya harus melewati ujian kehidupan yang sebelumnya tidak pernah disadarinya. Setelah pernikahannya dua puluh tahun dikaruniai dengan tiga putri yang sudah beranjak dewasa dikejutkan oleh kenyataan pahit, tiba-tiba suami menggugat cerai. Sampai beliau berpikir, apa yang salah dari dirinya sampai suaminya tega melakukan itu. Beliau sempat depresi, bingung tak tahu apa yang harus dilakukan. Apa lagi sang buah hati mereka sangat mengidolakan ayah dan bundanya. Mesti begitu dirinya tidak membiarkan ketiga putrinya terlihat dalam masalah orang tuanya.
Ketidak mengertian atas sikap suaminya karena selama ini kehidupan rumah tangga sangatlah tenteram dan bahagia, tidak pernah bertengkar dan keributan dan tidak ada alasan yang utama yang bisa dijadikan gugatan cerai oleh suaminya karena selain istri sangat menghormatinya dan tidak ada gelagat atau perilaku yang aneh. Suaminya yang sangat santun dan penuh perhatian pada anak istrinya. Ditengah kegalauannya beliau datang ke Rumah Amalia untuk berbagi dan berdoa. ‘Syukurlah alhamdulillah, dengan berdoa pale tidak telah membuat hati saya menjadi sejuk, bisa menerima dengan lapang dada, hati yang bersih dan ikhlas dalam menghadapi hidup ini,’ tuturnya. Ditengah dirinya sudah berserah diri kepada Allah. Mencoba untuk instropeksi diri atas semua kekurangannya. Disaat itulah kebahagiaan itu hadir dan meluluhkan hati suami tercintanya kembali pulang ke rumah dan telah mencabut gugatan cerainya. ‘Sungguh Mas Agus Syafii, hati saya sangat bahagia karena Allah telah membuat keluarga kami bisa berkumpul kembali.’ tuturnya. Malam itu hatinya penuh kebahagiaan tak henti mengucapkan puji syukur kehadirat Allah.  ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.’ (QS. Faathir : 34).
Read More >>
Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati. Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas. Ketika semua pintu solusi terlihat buntu.
Dan kepala serasa hendak meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan.
Ketika kepedihan mer
ujit-rujit hati. Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari. Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri. Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?
Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?
Allah berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”
Rasulullah bersabda, “Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu.”
Ibnul Jauzi pernah berkata, “Aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha. Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu.
Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah.”
Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.
Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada Dzat yang Maha Besar yaitu Allah SWT, manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.
Sahabatku… Tapakilah jalan takwa, niscaya akan datang pertolongan Allah. Dan insyaAllah segala kegelisahan pun akan segera sirna… Aamiin
Read More >>
Ketika kamu tetap tersenyum, meskipun merasa sakit...
Ketika kamu tetap memberi, meskipun tak pernah dibalas...

Ketika kamu tetap ceria, meskipun terluka...
Ketika kamu tetap diam, meskipun perih...

Dan ketika kamu bahagia, meskipun kehilangan....
Di situlah ketulusan hati sedang diuji...

Kesedihan mengajarkan tentang indahnya kebahagiaan...
Seperti juga sakit, mengajarkan tentang nikmatnya sehat...
dan apabila sakit, ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala yang menyembuhkannya...

Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan...
Padahal ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala telah memberi janji bahwa di balik kesulitan ada kemudahan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat...
Read More >>
Di anatra ikatan-ikatan sosial yang dibina oleh Islam untuk menjadikan umatnya suatu umat yang kuat, bersatu padu dan merupakan suatu kesatuan yang kkompak guna mengemban risalah Allah adalah: Persaudaraan di antara sesama muslim. Persaudaraan yang melebur segala perbedaan yang dahulunya menonjol, ialah perbedaan karena suku, karena keturunan, karena kekayaan dan kemiskinan, karena kedudukan sosial dan lain-lain perbedaan yang merupakan jurang pemisah antara golongan yang satu dari golongan yang lain sehingga menimbulkan adanya kelas-kelas dan tingkatan-tingkatan dalam masyarakat. 
Dengan persaudaraan yang dibina oleh Islam itu, maka tiap muslim betapapun kedudukan sosialnya mengaku dan menganggap dirinya adalah saudara sederajat bagi sesama muslimnya lebih tinggi ataupun lebih rendah tingkat hidupnya dari padanya.
Read More >>

Artikel Rekomendasi

Berita Online Okezone

Kumpulan Cerita Motivasi | Artikel Motivasi

ShoutMix chat


ShoutMix chat widget

Popular Pos 2